Hubungan Pengetahuan Relawan tentang Obat terhadap Pemilihan Analgetik sebagai Pereda Nyeri
DOI:
https://doi.org/10.65117/57ghea36Keywords:
pengetahuan obat, pemilihan analgetik, nyeri, relawanAbstract
Nyeri merupakan keluhan kesehatan yang sering dialami masyarakat dan menjadi alasan utama penggunaan obat analgetik melalui praktik swamedikasi. Penggunaan analgetik yang tidak rasional berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga pengetahuan tentang obat dianggap penting dalam pemilihan analgetik yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat dengan pemilihan analgetik sebagai pereda nyeri pada relawan organisasi sosial kemanusiaan di Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada Juli–Desember 2023. Sampel berjumlah 108 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner karakteristik responden, pengetahuan obat, dan pemilihan analgetik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–25 tahun 75,9%, berjenis kelamin laki-laki 75,9%, dan berpendidikan SMA/sederajat 61,1%. Tingkat pengetahuan responden berada pada kategori cukup 50,9% dan baik 43,5%. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang obat dengan pemilihan analgetik p = 0,320. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tidak selalu berbanding lurus dengan praktik pemilihan analgetik yang rasional. Faktor usia muda, dominasi responden laki-laki, pengalaman pribadi, kebiasaan, serta kemudahan akses obat diduga berperan dalam pengambilan keputusan swamedikasi. Oleh karena itu, peningkatan literasi obat perlu disertai dengan intervensi perilaku yang terstruktur agar dapat mendorong penggunaan analgetik yang lebih rasional di masyarakat.
References
Afriyani, D. N., & Hastuti, D. (2022). Hubungan tingkat pendidikan terhadap pengetahuan penggunaan analgetik. Forte Journal, 2(2), 107–111.
Artini, K. S., & Ardya, H. (2020). Hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap perilaku swamedikasi nyeri. INPHARNMED Journal, 4(2), 34–42.
Bunardi, A., Rizkifani, S., & Nurmainah, N. (2021). Studi pengetahuan dan perilaku penggunaan analgetik. Jurnal Mahasiswa Farmasi, 4(1), 109–117.
Gondar, S., Almeida, C., & Ferreira, N. (2023). Self-medication with NSAIDs in community populations: Prevalence and safety concerns. Journal of Community Health, 48(2), 355–364. https://doi.org/10.1007/s10900-022-01092-4
Ilmi, T., Suprihatin, Y., & Probosiwi, N. (2021). Swamedikasi analgesik pada usia muda. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 17(1), 21–34.
Kemenkes RI. (2020). Pedoman GeMa CerMat. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Madania, M., & Papeo, P. (2024). Knowledge–behavior gaps in community self-medication practices: A multi-sectoral review. International Journal of Public Health, 69, 1–12. https://doi.org/10.3389/ijph.2024.xxxx
Notoatmojo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan perilaku Kesehatan (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Susiyarti, S., & Susanto, A. (2022). Hubungan pengetahuan dengan pemilihan obat dalam swamedikasi. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(1), 142–148.
Wardoyo, A., & Oktarlina, E. (2019). Risiko efek samping NSAID pada penggunaan jangka panjang. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(3), 210–218.
WHO. (2024). Global review on self-medication and analgesic safety. World Health Organization.
Wulandari, T. (2021). Modul Farmakologi kebidanan. NEM
Zhang, Y., Liu, X., & Chen, H. (2024). Knowledge, attitude, and practice toward NSAID use among osteoarthritis patients. BMC Public Health. 24. 1567.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tri Wulandari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi © 2023 by Jurnal Farmasi Sains dan Teknologi (JFST) is licensed under CC BY-SA 4.0








