Hubungan Jumlah Trombosit Dengan Nilai Hematokrit Pada Infeksi Sekunder Dengue Di RSUD Pasar Rebo

Authors

  • Rachman Apriansyah Universitas Binawan Author
  • Suparlan Hadi Universitas Binawan Author
  • Enny Khotimah Universitas Binawan Author

DOI:

https://doi.org/10.65117/z2qbtk65

Keywords:

Trombosit, Hematokrit, Infeksi Sekunder Dengue

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia dengan prevalensi tinggi, khususnya pada kasus infeksi sekunder yang beresiko menimbulkan manifestasi lebih berat. Perubahan jumlah trombosit dan nilai hematokrit sering digunakan sebagai indikator laboratorium, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan variasi temuan terkait hubungan keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada pasien infeksi sekunder dengue di RSUD Pasar Rebo. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien rawat inap dengan diagnosis infeksi sekunder dengue yang dikonfirmasi melalui pemeriksaan serologi IgG dan IgM positif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji univariat serta bivariat dengan korelasi Spearman. Pada penelitian ini ditemukan bahwa 79,3% pasien dengan infeksi dengue sekunder mengalami trombositopenia tanpa disertai hemokonsentrasi. Kesimpulan yang didapat adalah tidak terdapat hubungan jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada infeksi sekunder dengue.

References

ALI, N., Bahrun, U., & Idris, I. (2019). Hubungan Antara Nilai Hematokrit Dengan Trombosit Terhadap Hasil Pemeriksaan Ns1 Dan Serologi Igm Dan Igg Pada Pasien Demam Berdarah Dengue. Jurnal Media Analis Kesehatan, 8(2), 52. https://doi.org/10.32382/mak.v8i2.838

Aprillia, D. (2022). Hubungan Jumlah Leukosit Dengan Jumlah Trombosit Pada Penderita Demam Dengue Anak Di Klinik Rawat Inap Aulia Husada Bogor. 64.

Chaerunissa, D. (2021). Prodi d-iv teknologi laboratorium medis fakultas ilmu kesehatan dan teknologi universitas binawan 2021.

Dinkes DKI Jakarta. (2023). Sebaran Kasus DBD di DKI Jakarta. 2023. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/07/18/dbd-dki-jakarta

Febria Prima Utari Efrida Efrida, H. K. (2018). Artikel Penelitian Perbandingan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit antara Infeksi Dengue Primer dan Dengue Sekunder pada Anak di. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 118–123.

Kementrian Kesehatan Indonesia. (2020). Data Kasus Terbaru DBD di Indonesia. 2021. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20201203/2335899/data-kasus-terbaru-dbd-indonesia/

Rianti, E., Metasari, D., & Surahman S, F. (2023). Hubungan Trombosit Dan Hematokrit Dengan Kejadian DBD Di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu Tahun 2022. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(2), 77–84. https://doi.org/10.58222/juvokes.v2i2.164

Syuhada, S., Marhayuni, E., & Anggraeni, R. (2022). Hubungan Nilai Hematokrit Dan Nilai Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 2(2), 320–331. https://doi.org/10.33024/mahesa.v2i2.4499

WHO. (2020). Dengue and severe dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Hubungan Jumlah Trombosit Dengan Nilai Hematokrit Pada Infeksi Sekunder Dengue Di RSUD Pasar Rebo. (2026). Jurnal Farmasi Sains Dan Teknologi, 4(01), 20-24. https://doi.org/10.65117/z2qbtk65

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 > >>